Malam jumat udaranya sangat panas, suara petir menyambar-nyambar di udara.
Aku rasa langit akan menangis, membasahi bumi yang kering, dengan penuh cinta.
Akan tetapi, Harapan hanyalah Harapan, Hujan tak kunjung datang, rasa panas tetap menyapa.
Malam jumat, suara petir menyambar-nyambar, terdengar seantero Desa.
Air mata dari langit yang kutunggu-tunggu, tak kunjung datang hingga, pagi tiba.
Aku masih menunggu hujan datang, bagai menunggu makanan kesayangannya.
Suara petir terdengar seantero Desa pada malam jumat, terkadang pelan terkadang keras iramanya.
Namun, aku tetap berharap, hujan datang walau hanya rintik-rintik, aku tetap menerimanya.
Aku berharap hujan datang, walau hanya gerimis kecil, aku tetap menerimanya.
Waktu dini hari, suara petir masih menggelegar, menyapa seantero Desa.
Dengan perlahan suara hujan datang, awalnya hanya rintik-rintik, lama-lama menjadi besar hujannya.
Aku bersyukur pada Yang Maha Kuasa, udara yang awalnya panas kini berganti sejuk, aku pun tersenyum cerah.
Walau hujan telah datang, suara petir masih saja ada.
Siang harinya hujan kembali datang, suara petir sudah tak ada.
Malam harinya hujan datang lagi, ditemani suara petir, mereka seolah meramaikan bumi bersama-sama hingga, pagi tiba.
Komentar
Posting Komentar